Minggu, 04 Maret 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda dan Dua Kurcaci Sarung (versi Zihny) #2


Cerpen ini masih lanjutan dari Sang Putri, Pangeran Berkuda dan Dua Kurcaci Sarung (versi Zihny) #1 dibaca dulu ya biar ga bingung :D

berhubung ini cerpen kompilasi  kalian juga bisa baca yang ini


Basith melepas jasnya lalu terlentang diatas padang rumput, melipat kedua tangannya dan meletakkan dibawah kepalanya
“ah… kupikir pohon itu sudah sangat tua untuk berdiri ditempat seperti ini, kita tidak tau apa yang terjadi pada pohon tua itu mungkin ada sekelompok anak lain yang menghuni rumah pohon itu dan mereka berusaha menggantikan posisi kita, tapi si pohon tidak menghendaki kehadiran sekelompok anak itu dan akhirnya pohon itu tumbang” ujar basith.
“kau ini sith-___-” #plak9kali dari Funy untuk Basith

Funy duduk di sebelah basith
“nih pake jas ku untuk alas kepalamu” kata basith
Sementara basith tidur menghadap utara, dan funy menghadap selatan.
“jangan sedih Zihny, mungkin benar kata basith pohon itu hanya ingin kita yang bermain di atasnya” kata Juni yang selalu berusaha membuat Zihny tetap tersenyum
“kadang khayalannya basith ga bisa diterima dengan akal normal hahaha” kata Zihny yang mulai tersenyum

Zihny ikut merebahkan tubuhnya dan menghadap ke barat.
“tunggu, pake ini sapu tanganku untuk alas kepalamu” kata Juni penuh perhatian
“bumbu-bumbu CLBK mulai terasa *uhuk” kata funy
“hahah funy kau selalu begitu” jawab Zihny

Langit sudah mulai senja, awan memancarkan kemegahan warnanya. Burung-burung berterbangan menyaksikan empat sekawan yang telah lama terpisah, terbaring di atas padang rumput yang seolah memberi ketenangan jiwa. Suasana yang sudah lama tidak mereka rasakan. Sambil memejamkan mata, dimandikan cahaya matahari senja, tiupan angin halus yang baru saja melewati ilalang, dan iringan kicauan burung yang sangat indah.

Basith membuka mata


“sudah lama kita tidak merasakan suasana ini” kata basith “hai buka mata kalian kawan”
“indah sekali warna langit itu” kata Zihny
“ternyata dari tadi burung itu melihat kita” kata Juni
“untung aku ga bawa bambang” kata funy
“emang kenapa fun?” Tanya Zihny
“aku takut dia mau cari istri baru, satu istri aja anaknya 6 gimana 2,3 ? alamak”  kata Funy
Lalu basith mencabut sedikit rumput dan melemparkan ke arah Funy.
“basith… ga pernah berubah ya” kata funy sambil meludah karena ada rumput yang hampir masuk ke mulutnya.

Kekonyolan selalu terjadi antara dua kurcaci sarung itu
Mereka tertawa bersama-sama, suasana keromantisan persahabatan berubah menjadi kekonyolan, terfikir gimana jadinya bila bambang poligami.

“eh liat deh burung-burung itu, mereka kayak membentuk huruf J” kata Juni
“iya bener, coba liat kumpulan burung itu kayaknya dia mau membentuk huruf B… terus huruf F… ayo-ayo pasti sebentar lagi huruf Z” kata Funy sambil terkagum-kagum
“iya-iya mereka membentuk inisial nama kita. Bagus banget” tambah Zihny
“eh… tapi ada yang lebih keren lagi tuh! wah… liat awan senja itu.” Kata Basith

Awan itu seperti berbentuk wujud…
“Pangeran Berkuda, Sang Putri dan Dua Kurcaci Sarung hahaha” seru mereka berempat

Ataukah ini hanya ilusi semata? Tapi mereka berempat seperti anak kecil yang sedang berkhayal.

Lama mereka dimanjakan dengan suasana itu, rasanya enggan dari mereka untuk bangun. Tapi matahari senja sudah tak mau lagi menyaksikan keempat sekawan itu. Pancarannya sudah mulai redup. Juni menyodorkan tangannya untuk mengangkat Zihny dan Funy,mereka sudah berdiri.

“Basith ayo bangun” ajak Juni sambil menyodorkan tangannya
“biarkan aku lebih lama merasakan suasana ini, kerinduanku akan senja di Indonesia sudah sangat lama kuidamkan” kata Basith 

Pluk….

Sebuah benda asing mendarat dikening Basith. Basith pun membuka mata dan mencoba meraba apa yang jatuh dikepalanya

“ini terasa kental dan hangat” kata basith lalu membuka matanya.
“oh no… ini pup burung” seru basith setelah mencium baunya

Juni, Funy dan Zihny tertawa terbahak-bahak, melihat apa yang dialami sahabatnya yang baru datang dari Jerman

“hahah kamu juga kangen pup burung Indonesia kan Basith” kata Zihny sambil mengelap pup yang masih menempel di kening Basith dengan sapu tangan Juni
“sapu tangan aku, yah… udah terlanjur. Biarin deh” kata Juni

Lalu mereka berempat meninggalkan tempat itu berjalan sejajar Juni,Zihny,Funy dan Basith. Funy memakai Jas-nya Basith. Masih dalam suasan kekonyolan mereka meninggalkan tempat itu, berjalan bersama sambil tertawa.

Sabtu, 03 Maret 2012

Sang Putri, Pangeran Berkuda dan Dua Kurcaci Sarung (versi Zihny)


Sudah 7 Tahun berlalu sejak perpisahan empat sekawan itu Basith, Funy, Juni dan Zihny. Walaupun mereka terpisah jarak bukan berarti persahabatan mereka putus. Mereka masih sering menjalin silaturahmi lewat media online, semua terasa mudah untuk menjalin komunikasi di jaman yang modern ini.

Malam itu kebetulan sekali Basith, Funy, Juni dan Zihny sedang online, percakapan di mulia

Basith : “wah situasi langka nih, kita berempat online bareng”
Funy : “jangan sampe kelewat nih. Basith , Juni, Zihny apa kabar?”
“Alhamdulillah baik” jawaban yang kompak
Zihny : “lo sendiri fun?”
Funy : “Alhamdulillah baik juga :D”
Juni : “Si bambang fun?”
Funy : “Udah kawin, dia udah jadi seekor bapak sekarang. Wkwkkw”
Zihny : “oh bambang jantan ya? Haha”
Juni : “dari namanya udah ketauan kale -___- “
Basith : “tttaaaattttt…. tunggu dulu, gue ada kabar gembira nih”
Funy : “apa sith? Mau kawin lo?”
Zihny : “udah dapet sarung yang lebih kece di Jerman?”
Basith : “hahahha, loe salah semua… Minggu depan gue balik ke Indonesia, MINGGU DEPAN”
Juni : “*pukul muka* gue ga mimpi kan hahah”
Funy : “bikin skenario penyambutan yuk, muehehehe”
Zihny : “ akhirnya kau pulang juga malin, wkwkw”


----------Percakapan Dilanjutkan Dengan Candaan Khas Mereka----------

Seminggu kemudian,
Walaupun Funy,Juni dan Zihny tinggal di satu Negara tapi mereka jarang bertemu, paling sering Zihny dan Funy karena Bekasi-Bandung ga terlalu jauh. Saat lebaran saja bisa ketemu Juni.

Zihny yang pertama sampe di bandara, sore itu setelah pulang kerja Zihny menyempatkan diri untuk menjemput basith. Ga lama kemudian muncul sesosok wanita yang sedang sibuk mengobrol di telephone, saat di amati “funy…” seru Zihny, lalu mereka saling bersalaman dan cipika cipiki.

Tak lama kemudian muncul sesosok pria memakai jas hitam berpenampilan klimis dan memakai dasi, “itu basith” seru Funy. Mereka pun saling melepas rindu. Namun ada satu yang kurang, dimana juni? Apakah dia lupa hari ini Basith akan datang ke Indonesia? Kekecewaan muncul dibenak Zihny, Basith dan Funy. Ponsel mereka bertiga bunyi bersamaan ternyata itu pesan dari Juni, yang isinya “Gue tunggu di tempat favorite kita”.

***
“akhirnya, loe bertiga sampe juga” seru Juni

Tempat favorite mereka kini sudah banyak perubahan, sebagian terdapat padang ilalang dan padang rumput suasananya pun berubah tak seperti dulu saat mereka masih SMP.
Basith, Funy, Juni dan Zihny saling melepas kerinduan mereka. Empat sahabat telah berkumpul, saling bercerita pengalaman mereka dan terutama karir yang sudah mereka capai masing-masing. Lama mereka saling bercengkrama dan Zihny baru sadar “ dimana pohon dan rumah pohon itu?”. Di sekeliling mereka hanya ada padang rumput dan ilalang serta pohon yang hanya menyisakan ranting kering.

“dimana pohon dan rumah pohon itu? Dimana saksi bisu persahabatan kita?” pertanyaan itu muncul di benak empat sekwan itu. Suasana pun hening seketika…

 ***
Bersambung…..

Alhamdulillah… akhirnya gue bisa nyelesain PR dari pak sutradara a.k.a bang uzay. gue sengaja buat cerita ini bersambung biar bisa diterusin sama bang uzay , kak funy , basith dan juni.
kalian harus baca intro dari bang uzay Sang Putri, Pangeran Berkuda dan Dua Kurcaci Sarung
dan versi Funy Versi Basith tinggal si Juni yang belum.


LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...